Fans FB

Kamis, 08 Maret 2012

Review – Carnage (2011)



Michael Longstreet: ” Children suck the life out of you and leave us old and empty. It’s the law of nature “
Carnage dibuka dengan opening credit yang menampilkan seorang bocah yang memukul temannya dengan sebuah tongkat di sebuah taman di New York, lalu adegannya berpindah ke apartemen milik Michael dan Penelope Longstreet (John C.Reilly dan Jodie Foster) yang siang itu kedatangan tamu, pasangan suami istri, Alan and Nancy Cowan (Christoph Waltz dan Kate Winslet) yang hendak meminta maaf karena putra mereka telah membuat putra tuan rumah harus kehilangan dua giginya dan dirawat di rumah sakit. Awalnya semua berjalan normal, layaknya tuan rumah dan tamu, percakapan mereka diisi dengan aroma persahabatan, basa-basi dan sedikit kecangungan, namun entah apa yang terjadi kemudian, situasi berubah menjadi panas dan lepas kendali.
Seperti yang anda lihat di atas, premisnya begitu sederhana, terlihat seperti hanya bercerita tentang dua pasang orangtua yang sedang mendiskusikan masalah anak mereka yang sedang berkelahi, tapi bukan Roman Polanski namanya jika tidak menampilkan sesuatu yang istimewa di balik segala kesederhanaan temanya itu. Naskahnya sendiri diadaptasi Polanski dari drama panggung milik Yasmina Reza berjudul God of Carnage, dan sesuai judulnya yang bisa diartikan sebagai kekacauan, pertumpahan darah, perang dan pembantaian komedi hitam ini juga punya semua hal yang tidak nyaman itu namun tentu saja disajikan secara satir tanpa harus melibatkan darah sedikitpun kecuali memang pada kenyataanya anda akan menemui adegan ‘pembantaian’ di paruh keduanya setelah sebotol scotch berusia 18 tahun mulai menelanjangi segala kesopanan, kepalsuan dan segala basa-basi dari dua pasang orangtua yang sudah tersaji di 45 menit pertama.
Yang membuat Carnage menjadi lebih menarik adalah faktanya ia adalah sebuah drama ruang sempit, dalam artian ia dibuat dengan setting terbatas layaknya drama panggung Yasmin Reza itu sendiri yang tempat bermainnya hanya berputar-putar di sekitar apartemen keluarga Longstreet dengan 4 karakter aktifnya. Pastinya, dengan penyajian tidak biasa seperti ini dibutuhkan kekuatan besar dari dialog-dialog yang ada untuk membuat penontonnya tidak sampai turut terpenjara dalam apartemen itu dengan kebosanan akut, dan lagi-lagi Polanski berhasil menunaikan tugasnya dengan sangat baik dengan dukungan naskahnya yang solid, humor-humor satir yang menggelikan dan juga emosional disaat bersamaan termasuk menyelipkan beberapa insiden menghebohkan yang mungkin sengaja disiapkan Polanski kalau-kalau penontonnya sampai benar-benar jenuh.
Polanski tampaknya lihai benar bagaimana menjaga ritme ceritanya untuk tidak sampai keluar dari jalurnya, sama lihainya ketika ia mampu membuat Waltz untuk tetap terus kembali ke apartmen itu dengan alasan-alasan yang masuk akal. Berikutnya adalah tugas 4 aktor besarnya yang mengambil alih naskah Polanski dengan pertunjukan akting solid mereka. Ya, awalanya mungkin penontonnya dengan mudah menentukan di pihak mana mereka berada, tapi ketika cerita mulai berkembang hingga menjadi lepas kendali di paruh keduanya, semua karakter menjadi sama jahatnya, sama kenakan-kanakannya dengan putra-putra mereka dan juga sama bodohnya.
Yang paling mempesona di sepanjang 80 menit mungkin adalah pasangan Winslet dan Waltz. Jika Waltz mampu tampil sinis sebagai seorang pengacara handal yang selalu sibuk dengan Blackberry-nya, Winslet juga tampil cemerlang membawakan karakter istri yang tampak begitu tenang di awal film namun menjadi sama sintingnya dengan tiga lainnya di akhir film. Mungkin hanya Jodie Foster terlihat sedikit lemah, memaksakan dirinya untuk dapat  menandingi kegilaan pasangan mainnya, Reilly yang memang dengan mudah menampilkan sosok pria bermasalah.
Jarang menemukan komedi semenarik dan seunik ini. Carnage tidak butuh adegan-adegan slapstik super konyol dan jorok untuk dapat membuat penontonnya terus tersenyum bahkan tertawa lepas di sepanjang film. Ia memiliki lokasi yang terbatas, premis sederhana dan bahkan hanya diisi 4 karakter di nyaris 95% durasinya, tapi semua elemennya simpelnya itu rupanya mampu dimaksimalkan Polanski dengan sangat baik  untuk menjadikannya sebuah komedi hitam yang cerdas dan juga sangat menyenangkan untuk ditonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar