Fans FB

Senin, 19 Maret 2012

Young Adult (2011)

Beginilah nasib prom queen dari kota kecil Mercury, Minnesota. Mavis Gary (Charlize Theron) merana di usianya yang 37, baru saja bercerai, tinggal sendirian di apartemennya hanya ditemani anjing kecilnya, sementara kariernya sebagai ghost writer sebuah novel serial remaja (young adult) juga berada di ujung tanduk dengan sang editor yang kerap kali menangih sisa tulisannya untuk buku terakhir sebelum Waverly Prep (novelnya) berakhir selamanya.  Jadi ketika Mavis mendapatkan email dari mantan kekasih SMU nya, Buddy Slade (Patrick Wilson) yang baru saja mengumumkan kelahiran bayi perempuan dari istrinya, Beth (Elizabeth Reaser), ia kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya, tujuannya sangat tidak bermoral, yakni mencoba merebut kembali cinta Buddy yang tengah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya itu.
Menyenangkan sekali melihat sutradara Jason Reitman dan penulis naskah Diablo Cody, dua orang yang paling bertanggung jawab atas kehamilan Ellen Page dalam Juno, teen flick indie cerdas 2007  itu kembali lagi berkolaborasi untuk sebuah film layar lebar. Ya, inilah Young Adult, sebuah dark comedy drama menarik tentang kedewasaan. Cody dan Reitman kembali lagi membuktikan bahwa mereka memang duo sineas handal walaupun sesungguhnya penyutradaraan Reitman kali ini mungkin tidak sampai terlalu istimewa seperti film-filmnya yang lain, sama halnya seperti cerita yang ditulis Cody di sini yang seakan-akan seperti versi kebalikan Juno, tetapi tetap saja kombinasi keduanya mampu menghadirkan sebuah tontonan yang mampu mengalir lancar, menghibur, lucu sekaligus mengasyikan hingga akhir dengan balutan dialog-dialog dan komedi hitamnya yang bagus.

Tapi yang menjadi elemen terpenting adalah ketika Cody mampu membentuk karakter hebat bernama Mavis Gary, penulis, mantan ratu pesta dansa gila dan egosentris yang terjebak dalam kejayaan masa remajanya yang kemudian sukses dihidupkan dengan sempurna (sekaligus sangat menyebalkan) oleh seorang Charlize Theron dalam salah satu penampilannya paling apik setelah Monster, menariknya, Theron tidak perlu susah-susah membuat dirinya menjadi buruk rupa untuk itu, cukup memasang tampang jutek nya di sepanjang satu jam setengah dan bertingkah laku layaknya seorang jalang hingga kemudian ‘meledakan’ dirinya di akhir film dalam situasi memalukan, seakan-akan ingin menyampaikan sebuah pesan tidak biasa tentang kedewasaan versi Cody dan juga ingin mengatakan bahwa kampung halamanmu itu sebenarnya bukanlah tempat terbaik seperti yang sering kamu lihat dalam film-film. Dan jika ada satu-satunya karkater yang bisa mengimbangi kegilaan Theron di sini mungkin hanya Patton Oswalt yang berperan sebagai mantan teman SMU Mavis yang cacat dan sama-sama terjebak dalam masa lalunya. Karakter Matt Freehauf yang diperankan Oswalt seakan-akan mampu menjadi duet maut tidak biasa dengan Theron sekaligus pengimbang dari segala kekurang ajaran yang sudah dibuat karakter Marvin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar