Shame mungkin lebih ke sebuah studi karakter ketimbang sajian drama
normal. Narasinya yang provokatif merangkak lambat dan kompleks, bahkan
tidak jarang terkesan ambigu, sama ambigunya seperti karakter Brandon
yang menderita hebat karena pengaruh seks addict yang tidak kuasa
ditahannya. Ada banyak rasa benci dan malu dalam diri nya dan semuanya
menjadi lebih buruk ketika ia harus
kedatangan Sissy (Carey Mulligan), adik perempuannya yang hidupnya juga
bisa tidak dibilang bahagia. kenapa dan mengapa semua bisa terjadi
kepada Brandon dan adiknya, meskipun ada indikasi tentang masa lalu yang
suram dari dialognya.
Depresif, jujur dan menyakitkan, ya,
mungkin seperti itulah Steve McQueen menggambarkan wajah Shame. Bukan
sebuah drama yang bersahabat untuk ditonton dengan segala kekompleksan
narasi dan karakternya, dibutuhkan kesabaran ekstra dan mental dewasa
untuk dapat menikmati dengan maksimal bagaimana McQueen meyajikan setiap
momen frustasinya bersama dukungan teknis sinematik yang apik
Shame mungkin lebih ke sebuah studi karakter ketimbang sajian drama normal. Narasinya yang provokatif merangkak lambat dan kompleks, bahkan tidak jarang terkesan ambigu, sama ambigunya seperti karakter Brandon yang menderita hebat karena pengaruh seks addict yang tidak kuasa ditahannya. Ada banyak rasa benci dan malu dalam diri nya dan semuanya menjadi lebih buruk ketika ia harus kedatangan Sissy (Carey Mulligan), adik perempuannya yang hidupnya juga bisa tidak dibilang bahagia. kenapa dan mengapa semua bisa terjadi kepada Brandon dan adiknya, meskipun ada indikasi tentang masa lalu yang suram dari dialognya.
Depresif, jujur dan menyakitkan, ya, mungkin seperti itulah Steve McQueen menggambarkan wajah Shame. Bukan sebuah drama yang bersahabat untuk ditonton dengan segala kekompleksan narasi dan karakternya, dibutuhkan kesabaran ekstra dan mental dewasa untuk dapat menikmati dengan maksimal bagaimana McQueen meyajikan setiap momen frustasinya bersama dukungan teknis sinematik yang apik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar