LOL for Miley

Saya
mengira tidak ada lagi film Miley Cyrus yang lebih buruk dari The Last
Song, saya jelas salah, karena ternyata ada LOL yang seperti judulnya
memang pantas di tertawakan nyaring.
So, LOL tidak menawarkan
sesuatu yang baru di narasinya. Tema tentang pergaulan remaja SMU masa
kini dengan segala suka dukanya dan juga tema tentang hubungan ibu-anak
yang sudah berulang kali dijejelkan dalam drama-drama
remaja kebanyakan dengan menjadikan dunia digital sebagai gimmick-nya.
Sebenarnya tidak jadi masalah seberapa usang premisnya itu, namun yang
menjadi masalah dalam LOL adalah lemah dan tidak menariknya naskah yang
garapan Azuelos. Ya, konyol memang, sutradara dan penulis yang sama,
sementara di film aslinya begitu sukses namun harus gagal total di
remakenya. Jadi siapa yang harus disalahkan lagi? Miley Cyrus? Demi
Moore? Harus diakui Cyrus memang tidak pernah bisa tampil bagus di film
layar lebarnya.
Jadi dengan buruknya kualitas LOL jelas
semakin membuat saya percaya bahwa setiap film yang dibintangi Miley
Cyrus sebagai peran utamanya bisa dipastikan tidak pernah bagus, ya,
mudah-mudahan saja asumsi saya salah, tapi untuk sementara ini memang
terbukti dan Sisi positifnya lagi, saya menjadi tergoda untuk menonton
versi Perancisnya yang konon jauh lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar