Sempet
kesel karena ter-paused oleh pemadaman listrik akhirnya selesai juga
menontonnya...sumpah deh ini film klo saya bilang buagussssss
bgt...review dikit
Perceraian adalah jalan yang akhirnya terpaksa dipilih Simin (Leila Hatami) ketika
Perceraian adalah jalan yang akhirnya terpaksa dipilih Simin (Leila Hatami) ketika
suaminya, Nader (Peyman Moaadi) mati-matian tidak mau pindah dari
Tehran bersamanya, seperti yang digambarkan dalam sebuah adegan
perdebatan hebat dalam ruang pengadilan di awal film. Yah...Nader memang
keras kepala, tapi seperti yang sudah dikatakannya, ia punya seribu
alasan kuat untuk menolak ajakan istri yang sudah hidup bersamanya
selama 14 tahun dan juga memberinya seorang putri cantik, Termeh (Sarina
Farhadi)... dan salah satu alasan paling kuat adalah karena ia anak
berbakti yang tidak mau meninggalkan ayahnya yang renta yang bahkan
tidak mampu lagi mengenalnya karena Alzheimer akut. Tapi mungkin yang
tidak diketahui keduanya adalah efek akibat keputusan yang mereka ambil
itu, karena tidak hanya berdampak besar bagi keluarga kecil mereka,
namun juga bagi keluarga Razieh (Sareh Bayat), pembantu rumah tangga
religius kelas bawah yang nantinya akan dipekerjakan Nader untuk merawat
ayahnya.
Tidak ada karakter yang benar-benar suci atau pendosa disini karena Farhadi dengan cerdasnya membawa mereka ke wilayah ‘abu-abu’, sama jahat dan sama baiknya, memaksa penontonnya untuk berada dalam posisi dilematis memihak kepada siapa, yang pasti disini semua karkaternya harus menderita karena mempertahankan ego dan kehormatan mereka masing-masing
Dibuka dan diakhir dengan luar biasa, itulah A Separation, sebuah drama tentang perpisahan dalam sebuah keluarga menengah Iran yang juga membahas arti lain dari nilai-nilai kejujuran yang mampu berjalan berdampingan dengan manisnya bersama elemen-elemen agama, moralitas, sosial bahkan court room drama sekalipun tanpa harus berat sebelah, tanpa terlihat over dramatis, Ya, semuanya itu disajikan dengan naskah dan penyutradaraan brilian oleh Asghar Farhadi menjadikan A Separation masterpiece dari sutradara asal Iran itu
Tidak ada karakter yang benar-benar suci atau pendosa disini karena Farhadi dengan cerdasnya membawa mereka ke wilayah ‘abu-abu’, sama jahat dan sama baiknya, memaksa penontonnya untuk berada dalam posisi dilematis memihak kepada siapa, yang pasti disini semua karkaternya harus menderita karena mempertahankan ego dan kehormatan mereka masing-masing
Dibuka dan diakhir dengan luar biasa, itulah A Separation, sebuah drama tentang perpisahan dalam sebuah keluarga menengah Iran yang juga membahas arti lain dari nilai-nilai kejujuran yang mampu berjalan berdampingan dengan manisnya bersama elemen-elemen agama, moralitas, sosial bahkan court room drama sekalipun tanpa harus berat sebelah, tanpa terlihat over dramatis, Ya, semuanya itu disajikan dengan naskah dan penyutradaraan brilian oleh Asghar Farhadi menjadikan A Separation masterpiece dari sutradara asal Iran itu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar