Puas sekali menyelesaikan film yg dari dulu penegen di tonton...Sdikit Review nya
Susan Sarandon adalah biarawati Helen Prejean dari Louisiana yang menjadi pendamping spiritual buat Matthew Poncelet (Sean Penn), terpidana hukuman mati kasu
Susan Sarandon adalah biarawati Helen Prejean dari Louisiana yang menjadi pendamping spiritual buat Matthew Poncelet (Sean Penn), terpidana hukuman mati kasu
s pembunuhan
dan pemerkosaan sadis dua remaja enam tahun silam di hari-hari
terakhirnya sebelum eksekusi. Helen sendiri belum pernah menghadapi
kasus seperti ini, , butuh hati seluas samudera dan metal sekuat baja
untuk menghadapi semuanya, dari pihak amarah keluarga korban yang
menganggapmu sebagai pembela pembunuh anak-anak mereka, pandangan
negatif orang-orang disekitarmu sementara kamu harus tetap tegar untuk
terus mendukung sisi rohani klienmu agar siap ketika ia menemui ajalnya
nanti.
Yah, tidak pernah mudah membuat film-film seperti ini, biasanya sienasnya selalu terjebak dalam satu sisi, entah itu yang pro ataupun kontra, tetapi tidak untuk Dead Man Walking. Ia punya keseimbangan luar biasa yang tidak dipunya film-film sejenis. Tim Robbins melakukan pekerjaan bagus ketika ia mampu memberikan porsi adil untuk menyampaikan sebuah tema kedukaan dan tema provokatifnya
Dari segi teknis Tim Robbins juga lihai dalam menghadirkan momen-momen emosionalnya tanpa harus berdamatiasasi dan menjual keajaiban, ini adalah jenis film yang bergerak dengan apa adanya dirinya dan kemudian berakhir dengan semestinya bahkan menjelang kilmaks tidak ada permainan musik latar untuk merangsang air matamu, jika pada akhirnya kamu tersentuh maka itu murni karena permaian kuat dari Sarandon dan Penn
Yah, tidak pernah mudah membuat film-film seperti ini, biasanya sienasnya selalu terjebak dalam satu sisi, entah itu yang pro ataupun kontra, tetapi tidak untuk Dead Man Walking. Ia punya keseimbangan luar biasa yang tidak dipunya film-film sejenis. Tim Robbins melakukan pekerjaan bagus ketika ia mampu memberikan porsi adil untuk menyampaikan sebuah tema kedukaan dan tema provokatifnya
Dari segi teknis Tim Robbins juga lihai dalam menghadirkan momen-momen emosionalnya tanpa harus berdamatiasasi dan menjual keajaiban, ini adalah jenis film yang bergerak dengan apa adanya dirinya dan kemudian berakhir dengan semestinya bahkan menjelang kilmaks tidak ada permainan musik latar untuk merangsang air matamu, jika pada akhirnya kamu tersentuh maka itu murni karena permaian kuat dari Sarandon dan Penn

Tidak ada komentar:
Posting Komentar