Fans FB

Sabtu, 28 Januari 2012

Lars and the Real Girl - 2007

Sangat  telat memang saya menontonnya...tapi setidaknya saya tak terlewatkan film bagus ini, sedikit aneh pada awal ceritanya namun berubah sangat bagus ketika saya terbawa dgn drama yg berbau sedikit satir ini....Jauh sebelum Jodie Foster membuat Mel Gibson depresi dengan boneka berang-berangnya yang bisa berbicara dalam The Beaver tahun lalu, ada Craig Gillespie dan Nancy Oliver yang sudah terlebih dahulu melakukannya. Mereka mengemukan tubuh Ryan Gosling, memberinya kumis tebal dan menjadikannya sebagai Lars Lindstrom, pemuda delusional karismatik yang menjalin hubungan dengan Bianca, eits! Tapi tunggu dulu, Bianca bukanlah perempuan biasa, ia adalah boneka seks yang dibeli Lars lewat Internet.  “He’s nuts” seperti kata kakak laki-lakinya, Gus (Paul Schneider) kepada Dr. Dagmar (Patrcia Clarkson), dokter keluarga yang juga seorang psikiater. Lars juga bukan pemuda normal walaupun  ia adalah anak baik. Adalah trauma masa lalu membuatnya menjadi pribadi yang tertutup, ia bahkan tidak mau disentuh orang lain termasuk Gus dan iparnya, Karin (Emily Mortimer). Tapi membawa boneka seks dan menjadikan mainan plastik itu sebagai kekasihnya tentu saja tidak pernah disangka Gus dan Karin, termasuk  penduduk kota yang menyayanginya.

Aneh dan konyol, mungkin itu yang terbesit dalam pikiran anda disaat  pertama kali Lars mengenalkan Bianca. Tapi jangan biarkan sinopsis di atas menipumu, Ya, ini memang drama  dengan ide yang tidak biasa atau anda bisa menyebutnya ‘gila’, tapi percayalah ini tidak segila itu
 Ada komedi di dalamnya yang membuat kita tersenyum atau bahkan mungkin tertawa, tapi hebatnya tidak membuat kita sampai hati untuk mengolok-olok segala ‘kegilaan’ Lars, sebaliknya, Gillespie mengajak kita turut bersimpati, peduli dan memaklumi karena semata-mata Lars menjadikan Bianca sebagai perwakilan dirinya dalam berinteraksi, mengeluarkan segala unek-uneknya sampai pada akhirnya karena Bianca jugalah ia bisa menemukan kesadaran dirinya yang terengus trauma masa lalu.
Tidak seperti settingnya yang dingin, ini adalah film yang menghangatkan dan membuat kita nyaman dengan segala kebaikan di dalamnya, sebuah ‘heartwarming’ drama kata orang di barat sana. Semua karakter tampak begitu menyenangkan dan begitu supportif, tidak ada karakter antagonis di sini kecuali mungkin Lars dan dirinya sendiri. Ryan Gosling sudah melakukan hal hebat untuk menghidupkan karakter Lars yang ‘sakit’ sekaligus karismatik secara bersamaan, sebuah pribadi yang kompleks dengan tragedi masa lalu yang menghantuinya.
So, Lars and the Real Girl mungkin bukan drama yang paling realistis namun ia sudah memberikan sebuah cerita menarik tentang hubungan antar manusia, pencarian jati diri, perdamaian dengan masa lalu dan begitu banyak kebaikan di dalamnya plus karkater yang menarik dan kompleks. Ya, ini sebuah drama yang bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar